Boleh ya, aku bercerita tentang seorang sahabat kami (tepatnya sahabat, saudara, kakak tingkatku waktu kuliah di FH; yang akhirnya kuperkenalkan lewat cerita-ceritaku tentangnya pada Mas Ar yang tampak langsung welcome dan penasaran nian dengan sosok sahabatku itu)..
Sosok unik yang seumur2 baru kutemukan di dunia ini (sampai detik ini aku masih berfikir…ada ya, orang seperti ini di dunia?…jawabannya, ya tentu saja ada. Siapa??..ya, dia J)
Sosok keturunan Minang tulen yang baru 1 tahunan ini diterima di Kejaksaan dan ditempatkan di Kejaksaan Batu Sangkar. Pandai bergaul (tua, muda, perempuan, laki-laki, anak kecil apalagi…karena dia bisa dibilang master dalam dunia TPA ), pemuda mesjid yang rajin ikut liqo juga, ustadz muda yang diakui minimal di kantor & sekitarnya, seniman rupa (lukis, dekor, kaligrafi, etc), pandai berpantun dan membuat syair puisi, jago meniup seruling Padang, pandai mendongeng, dengan suara yang khas suara dan logat orang2 Minang kebanyakan yang enak didengar kalo bersenandung bahkan baca al qur’an.
Dari sekian kelebihannya, satu hal besar yang aku teladani…menjaga silaturrahim. Aku tahu, sahabatku itu mempunyai banyak teman bahkan mungkin semua merasa nyaman berinteraksi dengannya sehingga merasa layak menyebutnya seorang sahabat. Sampai semua teman-teman yang mengenalnya telah terpisah oleh jarak bahkan sudah berbeda dunia dengannya sekalipun, dia masih selalu rajin menjaga kontak. Dan…dia tetap dengan dirinya yang dulu dikenal orang2.
Semua bisa seperti itu adalah karena dia bersikap apa adanya. Dengan segala kepolosan, canda, bahkan nasihat2nya yang subhanallah karena selalu dikemas dalam syair atau mengutip banyak hadits yang dipelajarinya. Aku yang dari sejak belum pernah berinteraksi dengan orang Padang langsung( hanya lewat karya2 penulis2 besarnya lewat novel2 atau epik2 mereka seperti STA( yang pertama kali membuatku jatuh cinta dengan novel2 era poestaka baru itu ), Armyn Pane, Abdul Muis dengan Salah Asuhan-nya, etc…) Ketika banyak berinteraksi dengannya semakin tau kekentalan adat, logat bicara…ya, serasa secara implisit ada sebuah pemberitahuan..bahwa aku adalah orang Padang.
Sekali lagi, aku ingin belajar darinya yang bisa dengan mudah menjaga hubungan baik dan silaturrahim dengan banyak teman, bahkan adik tingkat maupun kakak tingkatnya khususnya sewaktu kuliah dulu (aku gatau dengan teman2 sepermainannya atau teman2 sekolahnya di masa dulu)..laki2 maupun perempuan..
Ya, semua orang mesti bermanfaat bagi orang di sekitarnya dengan menyandang hakikat sebagai makhluk sosial. Cuma semua tentunya gakkan pernah lepas dari karakter dasar masing2 tuk bisa diterima dan menerima satu sama lain. So, sekecil apapun itu, pastikan diri kita bermanfaat bagi setidaknya orang2 di sekitar kita dulu. Semoga sahabatku (kini ; sudah menjadi sahabat kami) senantiasa mendapat yang terbaik dan kebhagiaan dalam hidupnya (Kalo kata Mas Ar, inti kebahagiaan manusia adalah sukses di dunia & akhirat, Da)
Pesan buat sahabat kami :
“Istiqomah, Bro…Tak ada gading yang tak retak. Tak ada kisah hidup yang sempurna. Sampai kita berusaha senantiasa berbuat yang terbaik dan cukuplah yang terbaik…” (Rumah kontrakanku, 10. 15 @ 14 Feb’08)
-Lina-